Metode Mengurangi Leaving Loss Turbine

Setelah uap berekspansi pada slinder tekanan rendah, selanjutnya uap akan meninggalkan barisan sudu-sudu akhir menuju kondensor, namun uap bekas ini masih mengandung sejumlah besar energi kinetik yang dapat dimanfaatkan sehingga merupakan suatu kerugian. Kerugian ini disebut kecepatan uap bekas (leaving loss).

Besarnya Leaving Loss = Massa Uap x (kecepatan uap2)/2

Energi tersebut tidak dapat diperoleh kembali sehingga untuk memperkecil kerugian ini maka harus dilakukan sebuah usaha agar kecepatan uap yang meninggalkan barisan sudu akhir dapat menjadi serendah mungkin.

Kecepatan uap = Volume uap / Luas Penampang Laluan

Dari persamaan diatas dapat diketahui bahwa untuk membuat kecepatan uap sekecil mungkin, maka luas penampang laluan sudu akhir harus dibuat sebesar mungkin. Luas penampang laluan uap tergantung pada diameter rotor tekanan rendah dan tinggi dari sudu-sudu akhir. Sebagai contoh untuk turbin yang bekerja pada 3.000 rpm, tinggi sudu akhir adalah 0,95 meter. Apabila tinggi sudu diperbesar, maka gaya sentrifugal akan semakin besar sehingga tinggi sudu tidak dapat disesuaikan karena keterbatasan metalurgi.

Oleh karena itu ditempuh metode lain untuk memperluas penampang laluan uap yaitu dengan memperbanyak saluran buang (multi exhaust) tiga silinder tekanan rendah dengan aliran ganda. Selain itu untuk meningkatkan luas penampang laluan uap tanpa memperpanjang tinggi sudu-sudu baris akhir adalah dengan menggunakan Bauman Exhaust sebagaimana ditunjukan dalam gambar 1 di bawah ini.

Bauman ExhaustPrinsip kerja dari bauman exhaust adalah dengan cara melakukan by-pass langsung sebagian uap yang akan meninggalkan tingkat akhir menuju ke kondensor sehingga uap tersebut tidak melewati sudu tingkat akhir, sehingga hal ini akan dapat menurunkan kecepatan uap keluar sudu tingkat akhir tanpa harus memperpanjang tinggi sudu tingkat akhir.

 

Leave a Reply