Teori Alat Ukur Kecepatan Aliran

Alat ukur kecepatan aliran ada tiga macam yaitu venturi, nosel aliran, dan orifice. Ketiga alat ini mempunyai prinsip yang identik yaitu mempergunakan rintangan aliran yang ditempatkan pada penampang aliran sehingga terjadi perubahan kecepatan di tempat tersebut yang mengakibatkan juga perubahan tekanannya seperti diperlihatkan pada Gambar 1. Pada titik penciutan maksimum terjadi kecepatan maksimum dan tekanan minimum. Secara garis besar, laju aliran volumeetrik fluida merupakan fungsi dari perbedaan tekanan maksimum dan minimum yang terjadi.

Gambar 1. (a) venturi, (b) nosel aliran, (c) orifice

Karena alat ukur kecepatan aliran yang digunakan pada penelitian ini hanya orifice, maka penjelasan lebih jauh tentang venturi dan nosel aliran tidak dibahas di sini. Pada orifice, variabel utama yang menjadi pedoman ialah rasio antara diameter orifice dengan diameter pipa aliran, lokasi tap (tap location), dan karakteristik penampang orifice. Pada Gambar 2. ditunjukkan contoh proporsionalitas dimensi pada orifice yang direkomendasikan oleh ASME (Association Society of Mechanical Engineering).

Gambar 2. Contoh proporsionalitas dimensi pada orifice yang direkomendasikan oleh ASME 

Pengukuran dengan menggunakan orifice sebenarnya memiliki ketelitian yang rendah dibandingkan kedua alat yang lain. Hal ini dikarenakan orifice memiliki rugi-rugi tekanan yang paling besar dibandingkan yang lain. Namun, disisi lain, alat ini adalah alat yang paling sederhana sehingga mudah pemakaiannya, mudah penempatannya, dan harganya murah. Adapun untuk venturi kebalikan dari orifice, sedangkan nosel aliran pertengahan.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaan orifice adalah fluida yang mengalir melalui orifice apakah termampatkan atau tak termampatkan. Hal pokok yang paling membedakan diantara keduanya bahwa massa jenis fluida tak termampatkan konstan dan sebaliknya, massa jenis fluida termampatkan tidak konstan. Pada perhitungan fluida tak termampatkan berlaku persamaan Bernoulli, sedangkan untuk fluida termampatkan, laju aliran massa dipengaruhi oleh faktor ekspansi yang ditentukan dari grafik. Karena pada pembahasan orifice nanti tidak membutuhkan perhitungan ini sehingga tidak akan dibahas lebih lanjut.

@Pelabuhan Ratu.

Similar Posts

  • P-V Energi

    Disamping energi internal U, terdapat bentuk lain dari keberadaan energi yang cukup penting untuk memahami sistem transfer energi, yaitu P-V energi yang timbul dari tekanan (P) dan Volume (V) dari suatu zat atau fluida, yang secara numerik dinyatakan sebagai hasil perkalian antara tekanan dengan volume .

  • Sifat Intensif dan Sifat Ekstensif

    Secara umum Sifat Termodinamika dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu Intensif dan Ekstensif (Intensive and Extensive Properties ). Sifat Termodinamika Intensif berlaku independen terhadap besaran massa. Sedangkan sifat  Termodinamika Ekstensif bergantung langsung terhadap besaran massa. Temperatur, tekanan, volume spesifik, dan kerapatan adalah contoh Sifat Termodinamika Intensif. Massa dan volume total merupakan contoh Sifat Termodinamika Ekstensif….

  • Humidity

    Kelembaban atau Humidity adalah jumlah kandungan uap air didalam udara. Kelembaban dinyatakan sebagai kelembaban absolut (absolute humidity) dan kelembaban relatif (relative humidity). Absolute humidity menyatakan besarnya kandungan uap air per satuan volume udara, sedangkan Relative humidity adalah besar kandungan uap air per jumlah maksimum kandungan uap air yang dapat berada didalam udara pada saat tersebut….

  • Kerapatan Massa

    Kerapatan massa atau density (ρ) suatu benda adalah total massa suatu zat per total volume-nya, atau satuan massa per satuan volume. Kerapatan massa dinyatakan melalui persamaan berikut : ρ = m/V Dimana : ρ = Density (kg/m^3) m = Massa (kg) V = Volume (m^3) v = Volume spesifik (m^3/kg) Pangsor tangsi, September, 20, 2014

  • |

    Deskripsi Umum Kondensor

    Fungsi dari kondenser adalah mengkondensasikan exhaust steam dalam jumlah besar pada tekanan rendah (dibawah tekanan atmospher) menggunakan air pendingin. Selain itu, kondenser juga memiliki fungsi: Mengubah condensed steam menjadi condensate. Tempat penyimpanan sementara condensate water. Sebagai titik berkumpul condensate drain yang berasal dari peralatan lain seperti dari feed water heater, steam jet air ejector (SJAE),…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 4   +   9   =