|

Heat Rate Input-Output

Secara umum heat rate didefinisikan sebagai total panas input yang masuk ke dalam sebuah sistem dibagi dengan total daya yang dibangkitkan oleh sistem tersebut, dengan satuan Btu/kWh atau kJ/kWh atau kCal/kWh (satuan yang biasa dipakai oleh industri pembangkitan listrik di Indonesia). Walaupun definisi heat rate di atas terlihat sederhana, namun parameter-parameter yang digunakan untuk menghitung heat rate sangatlah banyak.

Untuk mendapatkan nilai heat rate pembangkit dengan cara ini tidak membutuhkan data yang banyak dan konversi yang rumit. Sesuai dengan definisi yang telah dijelaskan di atas, data yang digunakan adalah total panas input yang terdiri dari nilai kalor bahan bakar (HSD, batubara, dll) dalam satuan kCal/kg dan laju inputan bahan bakar dengan satuan ton/jam, disamping itu data lain yang digunakan tentunya adalah daya yang dihasilkan dalam satuan MW. Setelah mendapatkan data-data tersebut, selanjutnya perhitungan heat rate dengan metode input-output dapat diketahui melalui persamaan,

HR = (NK x FF) / P

Dengan,

HR = Heat Rate (kCal/kWh)

NK = Nilai Kalor Bahan Bakar (kCal/kg)

FF = Fuel Flow (ton/jam)

P   = Power (MW)

Sebagai contoh, apabila dalam sebuah industri pembangkitan listrik diketahui nilai kalor bahan bakar (batubara) yang digunakan adalah 4500 kCal/kg, dan untuk membangkitkan daya listrik sebesar 350 MW maka dibutuhkan konsumsi batubara sebesar 170 ton/jam, sehingga heat rate dari proses tersebut dapat dihitung :

HR = (NK x FF) / P

HR = (4500 x 170) / 350

HR = 2185,71 kCal/kWh

Dari hasil perhitungan di atas mengindikasikan bahwa untuk membangkitkan daya listrik sebesar 1 kWh, maka dibutuhkan energi kalor dari batubara sebesar 2185,71 kCal.

Penggunaan perhitungan heat rate dengan metode ini sangatlah mudah dan cepat untuk di lakukan, dan biasanya digunakan oleh bidang niaga sebagai pelaporan untuk manajemen. Namun apabila yang dibutuhkan adalah perhitungan heat rate untuk kebutuhan identifikasi atau improvement dari performance sebuah pembangkit maka penggunaan metode input-output akan menyulitkan untuk mengidentifikasi dimana letak perubahan heat rate yang tertinggi dan cara mengatasinya, sehingga diperlukan perhitungan detail dengan metode heat loss yang akan dibahas pada artikel selanjutnya, insyaAllah. Semoga bermanfaat..

@Cipatuguran, Palabuhanratu.

Similar Posts

  • Prinsip Dasar Elemen Kontrol Otomatis

    Contoh kasus pada sebagian valve (katup) pada industry oil and gas, petrochemical, power plant dan semisalnya, dimana selain terdapat mode pengendalian open dan close yang bekerja hanya pada dua posisi on dan off, terdapat juga pengendalian lain yang dapat bekerja secara continue, yang artinya pengendalian valve bekerja dari titik 0 %, 25% sampai ke titik…

  • Internal Energi Spesifik

    Energi Potensial dan Energi Kinetik merupakan bentuk makroskopis dari energi, dapat divisualisasikan dari sudut pandang letak posisi dan kecepatan gerak obyek benda. Disamping bentuk makroskopis energi tersebut, suatu zat juga mempunyai energi yang berbentuk mikrokopis. Wujud mikroskopis energi itu termasuk yang terjadi akibat adanya gerakan rotasi, getaran, translasi, dan gerak saling interaksi antara molekulnya.

  • |

    Konsep Umum Heat Rate Analysis

    Heat Rate merupakan parameter yang umum digunakan untuk menilai efisiensi sebuah pembangkit. Heat Rate menunjukkan jumlah kalori/panas yang dibutuhkan untuk menghasilkan per kWh listrik dari generator. Semakin besar nilai Heat Rate maka semakin buruk efisiensi pembangkit, namun semakin kecil nilai Heat Rate maka akan semakin efisien pembangkit tersebut. Berdasarkan patokan Output yang digunakan sebagai dasar…

  • Proses Kimia Pembakaran Batubara

    Batubara adalah bahan bakar utama pembangkit listrik tenaga uap yang terkandung energi secara kimia melalui ikatan-ikatan kimia antara karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan sulfur. Batubara tidak memiliki struktur kimia yang baku karena merupakan campuran dari beberapa ikatan hidrokarbon yang kompleks, dan apabila ikatan tersebut terputus melalui proses pembakaran maka akan menghasilkan energi panas.

  • Sistem Satuan Internasional (SI)

    Sistem satuan internasional atau disingkat SI merupakan standar satuan yang ditetapkan secara resmi tahu 1960 pada Eleventh General Conference on Weights and Measures, dengan penamaan “Systeme International d’Unites”. Sistem ini memiliki beberap kekhususan yaitu : 1. Merupakan sistem desimal 2. Mempergunakan satua-satuan yang banyak dipakai di perdagangan dan industri seperti volt, ampere, kilogram, watt, dan…

  • |

    Analisa Batubara

    Analisa batubara merupakan proses yang sangat penting dalam sebuah industri pembangkitan listrik, dimana proses ini bertujuan untuk mencocokkan dokumen kontrak batu bara yang berasal dari mitra apakah telah sesuai ataukah tidak, dan juga sebagai input data untuk menghitung heat rate atau efisiensi dari sebuah pembangkitan listrik. Batubara adalah senyawa hidrokarbon yang terdiri dari unsur-unsur yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 6   +   9   =