|

Spesific Fuel Consumption

Specific fuel consumption adalah rasio perbandingan total konsumsi bahan bakar terhadap daya listrik yang dibangkitkan dalam sebuah industri pembangkitan listrik, biasanya digunakan sebagai salah satu cara untuk mengetahui seberapa efisien sebuah pembangkit listrik dan untuk memprediksi nilai kalor bahan bakar yang digunakan untuk pembakaran. Pengukuran SFC sebaiknya dilakukan pada beban yang tetap selama minimum dua jam, kemudian diukur seberapa banyak jumlah pemakaian bahan bakar selama periode dua jam tersebut. Jika periode waktu ini dirasa terlalu lama, maka dapat dipersingkat dengan pengambilan data minimum selama satu jam.

Pengukuran SFC dilakukan dengan menggunakan formula sebagai berikut :

SFC = FF / P

Dengan,

FF = Fuel Flow

P = Daya Listrik yang dibangkitkan (kWh)

Satuan pengukuran SFC terutama pada fuel flow berbeda-beda tergantung dari jenis bahan bakar yang digunakan pada sebuah pembangkit listrik, contohnya :

PLTU Minyak, SFC = Liter/kWH

PLTU Batubara, SFC = kg/kWH

PLTU Gas Alam, SFC = MSCF/kWH

Nilai pengukuran SFC bervariasi sesuai dengan beban unit yang dibangkitkan, sebagai contoh apabila beban yang dibangkitkan adalah sebesar 100%, 75% dan 50% dari daya maksimum (MCR) maka nilai SFC antara beban yang satu dengan yang lainnya akan tidak sama, demikian juga apabila bahan bakar yang digunakan memiliki nilai kalor yang tinggi, maka nilaiĀ SFC akan turun disebabkan oleh kosumsi bahan bakar yang tidak banyak.

@Cipatuguran, Palabuhanratu

Similar Posts

  • |

    Jenis-Jenis Boiler

    Boiler atau dikenal dengan Ketel Uap, adalah suatu peralatan atau sistem yang bertujuan untuk merubah air menjadi uap dan dapat digunakan sebagai penggerak atau untuk keperluan industri. Boiler merupakan suatu bejana tertutup, dimana kalor dari pembakaran bahan bakar dipindahkan ke air melalui ruang bakar dan bidang bidang pemanas. Boiler uap pertama kali ditemukan pada abad…

  • Secara umum, istilah drying digunakan untuk proses penghilangan moisture secara thermal dimana proses pengeringan pada solid terbagi menjadi tiga periode yaitu: warming up period, constant period dan falling period (Perry, 1997). Gambar 1 dan 2 menunjukkan kurva moisture content dan drying rate sebagai fungsi waktu. Garis AB menunjukkan warming up period saat terjadi proses pemanasan…

  • Siklus Rankine

    Siklus Rankine merupakan siklus tenaga uap paling sederhana yang merupakan modifikasi dari siklus Carnot, di mana proses pemanasan dan pendinginan pada siklus ini terjadi pada tekanan yang tetap. Siklus Rankine ideal digambarkan sebagai berikut (Li dan Triddy, 1985) :

  • Turbine Heat Rate (THR)

    Performance dari sebuah turbine dapat diidentifikasi dari nilai turbine heat rate, yang diterjemahkan sebagai banyaknya kilo kalori energi yang dikonsumsi per kWh energi listrik saat dibangkitkan. Untuk menghitung turbine heat rate dapat menggunakan beberapa cara yaitu diantaranya dengan terlebih dahulu memahami teori heat balance (kesetimbangan panas) atau dengan kata lain energi apa saja yang keluar…

  • Tips Cara Membaca Diagram Mollier

    Mungkin sebagian diantara kita ada yang belum tahu atau lupa-lupa ingat ketika membaca Diagram Mollier. Untuk itu dalam artikel kali ini penulis akan membahas bagaimana cara untuk menentukan work output atau power output dari sebuah turbin uap dengan menggunakan Diagram Mollier. Untuk memudahkan alur pembahasan, maka beberapa hal yang akan dibahas dalam penulisan ini adalah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 4   +   1   =