Prinsip Dasar Konservasi Boiler

Konservasi boiler secara umum dapat didefinisikan sebagai upaya untuk melindungi permukaan material pipa boiler (water side dan steam side) serta main drum dari terjadinya korosi ketika boiler dalam keadaan tidak beroperasi (idle), istilah lain dari konservasi boiler adalah boiler lay-up. Korosi pipa terjadi yaitu pada saat dilakukan boiler drain sebagian air akan terperangkap dan menempel pada permukaan pipa-pipa seperti angle, uliran pada walltubes (ribbed tubes) dan tempat-tempat lainnya. Air yang terperangkap tersebut menyebabkan kelembaban yang cukup tinggi di dalam sisi air (water side) dan sisi uap (steam side) sistem boiler, sehingga dengan adanya oksigen dalam udara yang mengisi ruang kosong pada pipa-pipa boiler maka akan timbul korosi dan akan dengan cepat terjadi terutama pada daerah yang kritis seperti welding area serta bagian pipa yang mengalami kerusakan lapisan pasif.

Ada dua kondisi dimana boiler harus berhenti beroperasi (idle), yaitu dalam kondisi siaga (stand by) dan dalam kondisi pemeliharaan (over houl). Untuk kedua kondisi tersebut memerlukan perlakuan yang sedikit berbeda dalam melakukan konservasi boiler. Pengertian kondisi boiler stand by ialah kondisi dimana boiler tidak beroperasi karena tidak diperlukan, misalnya karena permintaan beban lebih kecil dari kapasitas yang ada, maka memungkinkan adanya boiler yang stand by sebagai cadangan (reserve) manakala suatu saat diperlukan. Salah satu contoh kasus ini ialah untuk auxiliary boiler dimana dioperasikan hanya pada waktu-waktu tertentu.

Pengertian kondisi boiler dalam pemeliharaan ialah kondisi dimana boiler tidak beroperasi karena sedang dilakukan pemeliharaan, baik itu pemeliharaan terencana (overhoul) maupun   tidak terencana (forced outage), pada kondisi ini penerapan metoda konservasi boiler harus disesuaikan dengan jadwal pemeliharaan, dengan demikian diperlukan koordinasi yang lebih baik dalam pengaturan konservasi boiler.

Terdapa dua jenis metode konservasi yang umum dilakukan pada pembangkit thermal, yaitu :

Konservasi basah (wet conservation)

Konservasi dengan cara basah secara teknis lebih mudah pelaksanaannya, dan apabila dilakukan dengan prosedur yang benar maka akan sangat efektif untuk mengurangi terjadinya korosi pada permukaan pipa-pipa boiler dan main drum. Metode ini sangat cocok diterapkan untuk konservasi boiler-boiler moderen yang besar. Ada dua kriteria untuk melakukan konservasi boiler dengan cara basah, yaitu : Short term storage dan Long term storage, perbedaan kedua kriteria tersebut terdapat pada lamanya waktu idle dan konsentrasi bahan kimia yang dipergunakan.

Konservasi kering (dry conservation)

Konservasi cara kering pada umumnya dipergunakan untuk boiler-boiler konvensional yang sederhana, mengingat secara teknis metode konservasi ini cukup sulit dilakukan untuk boiler modern yang besar dan sangat komplek, disamping itu secara kinetika reaksi penyerapan air oleh bahan kimia yang dipergunakan pada konservasi kering dinilai kurang efektif karena jarak antara bahan kimia dengan komponen yang dikeringkan terlalu berjauhan. Walaupun demikian apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk dilakukan wet conservation, maka dry conservation dapat menjadi pilihan yang terkadang tidak bisa dihindarkan.

Malam kamis, @BTN Cipatuguran

Similar Posts

  • Bilangan-Bilangan Tak Berdemensi

    Untuk menghitung perpindahan panas secara konveksi dibutuhkan rumus-rumus atau persamaan-persamaan yang tidak berdemensi, antara lain sebagai berikut : 1. Bilangan Reynolds Dari hasil percobaan-percobaan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa aliran laminer atau turbulent tergantung dari : – Diameter pipa = d (m) – Viscositas = η (kg/m det) – Berat jenis fluida (density) =…

  • Performance Sistem Maintenance

    Realibility, Availability dan Maintainability merupakan komponen yang sangat penting untuk menilai efisiensi dan performa perawatan pada suatu sistem atau peralatan, sebagai contoh reliability peralatan A yang di rawat ternyata mempunyai jumlah jam per tahun lebih kecil dari peralatan B karena banyaknya breakdown, artinya peralatan A lebih banyak rusak pada saat operasional daripada peralatan B sehingga kita…

  • Tips Cara Membaca Diagram Mollier

    Mungkin sebagian diantara kita ada yang belum tahu atau lupa-lupa ingat ketika membaca Diagram Mollier. Untuk itu dalam artikel kali ini penulis akan membahas bagaimana cara untuk menentukan work output atau power output dari sebuah turbin uap dengan menggunakan Diagram Mollier. Untuk memudahkan alur pembahasan, maka beberapa hal yang akan dibahas dalam penulisan ini adalah…

  • Uji Fatigue

    Fatigue secara terminologi adalah kelelahan, sedangkan dalam istilah mempunyai arti yaitu kerusakan material yang diakibatkan oleh adanya tegangan yang berfluktuasi (siklik) yang besarnya lebih kecil dari tegangan tarik (tensile) maupun tegangan luluh (yield) material yang diberikan beban konstan. Mekanisme perpatahan fatigue pada umumnya diawali dari permukaan bahan material yang lemah, yang kemudian akan merambat ke…

  • Aplikasi Diagram Mollier (bagian 1)

    Berikut adalah sebuah contoh soal yang semoga bisa memudahkan pemahaman para pembaca untuk mengerti aplikasi dari diagram mollier. Diketaui dalam kondisi yang ideal sebuah turbin uap mempunyai laju power output sebesar 30.000 kW dan laju aliran massa sebesar 26,4 kg/s. Uap buang (steam exhaust) menuju kondensor sebesar 0,12 bar pada tekanan absolut dan memiliki kandungan…

  • Internal Energi Spesifik

    Energi Potensial dan Energi Kinetik merupakan bentuk makroskopis dari energi, dapat divisualisasikan dari sudut pandang letak posisi dan kecepatan gerak obyek benda. Disamping bentuk makroskopis energi tersebut, suatu zat juga mempunyai energi yang berbentuk mikrokopis. Wujud mikroskopis energi itu termasuk yang terjadi akibat adanya gerakan rotasi, getaran, translasi, dan gerak saling interaksi antara molekulnya.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 9   +   6   =