|

Perhitungan Flow Blow Down Boiler

Blow down adalah pembuangan steam (saturated) yang difungsikan untuk menjaga purity steam sebelum dirubah menjadi superheated steam, hal ini dimaksudkan agar kualitas steam superheated yang masuk ke dalam turbine sesuai dengan kebutuhan turbine sehingga tidak mengganggu material penyusun turbine. Selain itu, blow down juga berfungsi untuk membuang TDS (Total Dissolved Solids) yang melebihi batas ambang yang telah ditetapkan serta untuk membuang kelebihan steam yang terbentuk di dalam drum. Pengaturan kuantitas flow steam yang dikeluarkan melalui blow down tergantung dari pola pengoperasiannya, pada ebagian pembangkit pembuangan blow down steam dilakukan secara otomatis yaitu dengan memanfaatkan sinyal dari sensor TDS di dalam boiler drum untuk membuka blow down valve. Hal ini sangat efektif karena steam yang dibuang sesuai dengan jumlah TDS yang terdeteksi sehingga dapat menghemat biaya produksi. Perhitungan steam blow down dengan memanfaat sensor TDS dapat dihitung menggunakan persamaan berikut.

qBD = qS fc / (bc – fc)  

dimana,

qBD = blowdown floe (kg/h)

qS = konsumsi uap (kg/h)

fc = Total Dissolved Solids – TDS – di dalam air (ppm)

bc = maximum TDS yang diizinkan di dalam air boiler  (ppm)

Steam blow down juga dapat dihitung secara manual apabila tidak terdapat sensor TDS yang dapat dijadikan sebagai acuan perhitungan. Hal ini dapat dilakukan apabila steam blow down dikendalikan secara manual oleh operator. Untuk menghitung jumlah steam blow down yang keluar dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan berikut.

Formula Perhitungan Steam Blow Down dimana,

G = Flow steam blow down (kg/h)

l = Panjang drum boiler (m)

R = Jari-jari boiler drum (m)

ρ = Spesific Density, fungsi dari tekanan dan temperatur boiler drum (kg/m³)

H₁ = Level air tertinggi di dalam boiler drum (m)

H₂ = Level air terendah di dalam boiler drum (m)

t = Interval data sampling (jam)

Persamaan-persamaan di atas telah diuji dengan pengukuran flow yang dideteksi oleh flow meter pada steam blow down, namun terkadang seorang engineer harus melakukan perhitungan secara manual untuk menvalidasi flow steam blow down yang keluar dari drum boiler. Selamat mencoba.

@BTN Ciaptuguran, Palabuhanratu

 

Similar Posts

  • |

    Konsep Umum Heat Rate Analysis

    Heat Rate merupakan parameter yang umum digunakan untuk menilai efisiensi sebuah pembangkit. Heat Rate menunjukkan jumlah kalori/panas yang dibutuhkan untuk menghasilkan per kWh listrik dari generator. Semakin besar nilai Heat Rate maka semakin buruk efisiensi pembangkit, namun semakin kecil nilai Heat Rate maka akan semakin efisien pembangkit tersebut. Berdasarkan patokan Output yang digunakan sebagai dasar…

  • |

    Teknologi Membran (bag. 1)

    Teknologi membran adalah proses pemisahan 2 atau lebih fasa zat yang berbeda dengan melewatkannya pada suatu membran. Mulder mendefinisikan membran sebagai penghalang atau pembatas selektif yang diletakkan diantara dua fasa. Teknologi membran memiliki beberapa keunggulan baik secara teknik maupun secara ekonomi sehingga sering digunakan dalam proses pemisahan maupun pemurnian.

  • Seklumit Tentang Boiler

    Secara terminologi boiler adalah suatu alat yang digunakan untuk menghasilkan : 1. Uap untuk keperluan pembangkitan tenaga listrik, proses dan juga pemanas dalam industri, atau 2. Air panas untuk keperluan pemanas maupun untuk sehari hari. Secara general boiler diartikan sebagai alat yang digunakan sebagai penghasil uap atau disebut steam generator.

  • Uji Fatigue

    Fatigue secara terminologi adalah kelelahan, sedangkan dalam istilah mempunyai arti yaitu kerusakan material yang diakibatkan oleh adanya tegangan yang berfluktuasi (siklik) yang besarnya lebih kecil dari tegangan tarik (tensile) maupun tegangan luluh (yield) material yang diberikan beban konstan. Mekanisme perpatahan fatigue pada umumnya diawali dari permukaan bahan material yang lemah, yang kemudian akan merambat ke…

  • Penyebab Terjadinya Vibrasi

    Vibrasi atau getaran yang ditimbulkan oleh peralatan yang berputar semisal motor, pompa, fan dan sejenisnya akan memberikan petunjuk tentang kondisi dari peralatan tersebut, apakah berada dalam kondisi yang baik ataukah sebaliknya. Sehingga dengan adanya fenomena ini melalui peralatan yang disebut dengan vibrometer maka akan dapat diketahui detail penyebab terjadinya anomali getaran, tentunya setelah dilakukan analisa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 8   +   2   =