Prinsip Dasar Elemen Kontrol Otomatis

Contoh kasus pada sebagian valve (katup) pada industry oil and gas, petrochemical, power plant dan semisalnya, dimana selain terdapat mode pengendalian open dan close yang bekerja hanya pada dua posisi on dan off, terdapat juga pengendalian lain yang dapat bekerja secara continue, yang artinya pengendalian valve bekerja dari titik 0 %, 25% sampai ke titik 100 %. Jenis pengendali ini lebih banyak dipakai di sistem pengendali proses, karena banyak proses operasi yang tidak dapat mentolerir fluktuasi process pada variable yang besar.

Terdapat tiga jenis pengendali kontinue, yaitu pengendali proporsional disingkat P, pengendali integral disingkat I, dan pengendali differensial disingkat D. Namun karena terdapat kelebihan dan kelemahan pada kendali tersebut maka seringkali dipakai bentuk kombinasi kendali, yaitu P + I disingkat PI, P + D disingkat PD, P + I + D disingkat PID, dan ketiga jenis pengendali ini memberikan respon yang berbeda – beda.

Pada dasarnya tugas suatu pengendali kontinue terbagi dalam dua tahap, yaitu membandingkan dan menghitung. Kedua tugas tersebut didalam diagram kotak diwakili oleh kerja summing function yang bertugas membandingkan measured variable dengan set point, sedangkan unit control bertugas menghitung besar kecilnya  koreksi yang diperlukan.

Pembandingan itu sendiri dilakukan dengan mengurangi besaran set point dengan dengan besaran measurement variable, yang hasilnya adalah besaran yang disebut error. Karena set point bisa lebih kecil atau lebih besar dari measurement variable, sehingga nilai error dapat bernilai negatif dan positif. Berdasarkan besarnya error inilah unit control menghitung besarnya koreksi, sehingga error merupakan input unit control dan manipulated variable adalah output unit control.

Besarnya manipulated variable dihitung berdasarkan besarnya error dan transfer function unit control tergantung pada ” mode ” yang ada di controller ( control mode ) : P, I, PI, PD atau PID.

Gambar 1. Diagram Kendali

Dari gambar 1. menggambarkan bahwa besaran set point diproduksi oleh controller itu sendiri, yang mana besarnya dapat diatur dengan memutar knop set point yang ada pada controler. Controller menerima sinyal measurement variable di bagian yang secara umum ditulis ” input ”, dan menghasilkan sinyal manipulated variable dibagian ” output ”, sehingga dengan ketentuan itulah, sinyal yang menuju ke control valve harus selalu disambung ke ”output ”.

Karena engineer tidak akan dapat membedakan mode kendali unit dengan melihat controller dari luar, maka untuk mengetahui mode dari suatu unit controller, engineer harus membuka bagian dalam controller tersebut dan melihat mode apa saja yang  ada pada unit tersebut (bentuk luar semua unit controller sama).

Khususnya jenis controller elektronik – digital, hampir seluruhnya mempunyai tiga buah mode : proportional, integral, dan derivative, dan tidak semua dari ketiga mode tersebut cocok dengan sebuah aplikasi, sehingga  hanya mode yang dibutuhkan yang akan difungsikan pada system tersebut. Kemudian selanjutnya untuk memudahkan pembahasan, maka harus dibedakan kata unit control dengan kata pengendali atau controller.

Controller adalah seluruh bagian dari diagram kotak yang ada di gambar 1 termasuk set point, summing junction dan unit control. Sedangkan unit control hanya bagian dari controller yang secara langsung menghitung besarnya koreksi atas besarnya manipulated variable.

Seperti yang telah disebutkan diatas, terdapat tiga unsur unit control, yaitu proportional, integral dan derivative. Istilah proportional itu sendiri yang outputnya selalu sebanding (proporsional) dengan inputnya. Begitu pula, disebut integral karena output unit tersebut merupakan hasil integral dari inputnya, dan disebut derivative karena output unit tersebut merupakan hasil differensial atau derivative dari  inputannya.

Similar Posts

  • |

    Jenis-Jenis Boiler

    Boiler atau dikenal dengan Ketel Uap, adalah suatu peralatan atau sistem yang bertujuan untuk merubah air menjadi uap dan dapat digunakan sebagai penggerak atau untuk keperluan industri. Boiler merupakan suatu bejana tertutup, dimana kalor dari pembakaran bahan bakar dipindahkan ke air melalui ruang bakar dan bidang bidang pemanas. Boiler uap pertama kali ditemukan pada abad…

  • Temperatur

    Dua  macam   skala  ukuran   temperatur  yang  umumnya   digunakan   untuk  mengukur temperatur adalah derajat Fahrenheit dan derajat Celcius. Skala derajat ini didasarkan angka pertambahan antara titik beku dan titik didih dari air pada kondisi tekanan atmosfir udara luar . Ukuran derajat Celcius terbagi atas 100 titik skala,  sedangkan  ukuran derajat Fahrenheit mempunyai 180 titik  skala. Hubungan…

  • Bilangan-Bilangan Tak Berdemensi

    Untuk menghitung perpindahan panas secara konveksi dibutuhkan rumus-rumus atau persamaan-persamaan yang tidak berdemensi, antara lain sebagai berikut : 1. Bilangan Reynolds Dari hasil percobaan-percobaan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa aliran laminer atau turbulent tergantung dari : – Diameter pipa = d (m) – Viscositas = η (kg/m det) – Berat jenis fluida (density) =…

  • Jenis-Jenis Aliran Fluida

    Proses perpindahan panas secara konveksi terjadi pada fluida/gas yang bergerak diantara permukaan-permukaan yang memiliki perbedaan suhu akibat pergerakan-pergerakan dari partikel yang satu ke partikel yang lainnya. Sehingga perpindahan panas tersebut bergantung dari pergerakan/kecepatan fluida yang dipengaruhi oleh hukum dinamika fluida disamping juga hukum-hukum perpindahan panas secara konduksi. Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa perpindahan panas…

  • |

    Plant Heat Rate

    Plant Heat Rate adalah metode perhitungan performance suatu pembangkit yang melibatkan parameter data dari sisi boiler , turbine dan generator. Nilai dari plant heat rate akan memberikan gambaran tentang seberapa besar efisiensi dari suatu pembangkit secara keseluruhan. Sehingga apabila suatu pembangkit mengalami penurunan efisiensi dibandingkan dengan kondisi new and clean, maka proses identifikasi letak penurunan…

  • |

    Konsep Umum Heat Rate Analysis

    Heat Rate merupakan parameter yang umum digunakan untuk menilai efisiensi sebuah pembangkit. Heat Rate menunjukkan jumlah kalori/panas yang dibutuhkan untuk menghasilkan per kWh listrik dari generator. Semakin besar nilai Heat Rate maka semakin buruk efisiensi pembangkit, namun semakin kecil nilai Heat Rate maka akan semakin efisien pembangkit tersebut. Berdasarkan patokan Output yang digunakan sebagai dasar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 6   +   5   =