| |

Klasifikasi Performance Losses

Performance losses merupakan parameter yang menyebabkan terjadinya penurunan unjuk kerja pada sebuah pembangkitan listrik, yang dapat diidentifikasi setelah dilakukan performance test atau audit energy. Beberapa jenis performance losses dapat diperbaiki dengan melakukan perbaikan operasi, sedangkan kerugian yang lain dapat diperbaiki melalui kegiatan pemeliharaan/penggantian peralatan serta inovasi. Klasifikasi performance losses diantaranya adalah controllable losses, accounted for losses, dan unaccounted for losses yang secara rinci dijelaskan sebagai berikut.

Controllable losses

Controlable losses adalah kerugian performance yang dapat diminimalkan oleh personil operasi pembangkit. Beberapa jenis controllable losses umumnya adalah sebagai berikut:

  • Suhu throttle
  • Tekanan throttle
  • Suhu hot reheat
  • Tekanan kondensor
  • Make-up flow
  • Feed water heater TTD
  • Feed water heater DCA
  • Main steam desuperheater spray
  • Reheat steam desuperheater spray
  • Beban listrik auxiliary
  • Kerugian dry gas
  • Kerugian carbon
  • Kesalahan coal weighting (penimbangan batubara)

Accounted for losses

Accounter for losses terdiri dari controllable losses dan uncontrollable losses, dan dapat diperbaiki melalui kegiatan pemeliharaan/penggantian peralatan serta inovasi. Jenis accounted for losses adalah sebagai berikut :

  • Reheater pressure drop
  • Extraction line pressure drop
  • Hydrogen losses(boiler)
  • Moisture in fuel losses
  • RUMA (radiasi, unaccounted, moisture in air) losses (boiler)
  • Efisiensi turbin
  • Miscellaneous
  • Bahan bakar Light-off (penyalaan awal)

Unaccounted for Losses

Unaccounted for losses adalah kerugian performance yang berpengaruh terhadap heat rate yang tidak dapat dengan mudah diperbaiki. Kerugian ini keberadaanya dapat diidentifikasi dan terkadang tidak dapat diidentifikasi sama sekali. Jenis unaccounter-for losses diantaranya adalah:

  • Kehilangan panaske kondensor (seperti steam trap).
  • Sootblowing
  • Penggunaan steam coil
  • Plant auxilliary steam heating
  • Resirkulasi kondensat/feedwater
  • Alignment valve yang kurang tepat (routing aliran feedwater drain flow yang kurang tepat)
  • Kebocoran yang berlebihan pada turbine shaft seal
  • Efisiensi turbin LP
  • Miscellaneous
  • Efek udara ignitor dan scanner pada dry gas losses
  • Penggunaan uap pada SO3 sistem
  • Tumpahanbatubara pada mill
  • Meningkatnya kerugian radiasi boiler karena degradasi isolasi

Dengan rincian klasifikasi di atas maka di harapkan proses identifikasi performance pada pembangkitan listrik khususnya pembangkitan listrik berbahan bakar batubara dapat dilakukan secara tepat dan efektif.

Refrensi : Heat Rate Improvement Reference Manual TR-109546

Similar Posts

  • Secara umum, istilah drying digunakan untuk proses penghilangan moisture secara thermal dimana proses pengeringan pada solid terbagi menjadi tiga periode yaitu: warming up period, constant period dan falling period (Perry, 1997). Gambar 1 dan 2 menunjukkan kurva moisture content dan drying rate sebagai fungsi waktu. Garis AB menunjukkan warming up period saat terjadi proses pemanasan…

  • Istilah Dan Definisi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (bag. 2)

    Heat credits Jumlah panas bersih yang ditransfer ke sistem melalui aliran masuk ke batas sistem (tidak termasuk energi dari pembakaran bahan bakar) ditambah reaksi kimia exothermic dan energi listrik dari auxiliary equipment dalam batas sistem steam generator. Heat loss method Metode perhitungan untuk menentukan efisiensi steam generator dalam satuan persen berdasarkan kerugian – kerugian boiler…

  • Prinsip Dasar Elemen Kontrol Otomatis

    Contoh kasus pada sebagian valve (katup) pada industry oil and gas, petrochemical, power plant dan semisalnya, dimana selain terdapat mode pengendalian open dan close yang bekerja hanya pada dua posisi on dan off, terdapat juga pengendalian lain yang dapat bekerja secara continue, yang artinya pengendalian valve bekerja dari titik 0 %, 25% sampai ke titik…

  • Penyebab Terjadinya Vibrasi

    Vibrasi atau getaran yang ditimbulkan oleh peralatan yang berputar semisal motor, pompa, fan dan sejenisnya akan memberikan petunjuk tentang kondisi dari peralatan tersebut, apakah berada dalam kondisi yang baik ataukah sebaliknya. Sehingga dengan adanya fenomena ini melalui peralatan yang disebut dengan vibrometer maka akan dapat diketahui detail penyebab terjadinya anomali getaran, tentunya setelah dilakukan analisa…

  • Turbine Heat Rate (THR)

    Performance dari sebuah turbine dapat diidentifikasi dari nilai turbine heat rate, yang diterjemahkan sebagai banyaknya kilo kalori energi yang dikonsumsi per kWh energi listrik saat dibangkitkan. Untuk menghitung turbine heat rate dapat menggunakan beberapa cara yaitu diantaranya dengan terlebih dahulu memahami teori heat balance (kesetimbangan panas) atau dengan kata lain energi apa saja yang keluar…

  • Proses Kimia Pembakaran Batubara

    Batubara adalah bahan bakar utama pembangkit listrik tenaga uap yang terkandung energi secara kimia melalui ikatan-ikatan kimia antara karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan sulfur. Batubara tidak memiliki struktur kimia yang baku karena merupakan campuran dari beberapa ikatan hidrokarbon yang kompleks, dan apabila ikatan tersebut terputus melalui proses pembakaran maka akan menghasilkan energi panas.

One Comment

  1. Hi my name is Tami Sandoval and I just wanted to drop you a quick note here instead of calling you. I discovered your Klasifikasi Performance Losses | BerbagiEnergi.com page and noticed you could have a lot more traffic. I have found that the key to running a popular website is making sure the visitors you are getting are interested in your website topic. There is a company that you can get keyword targeted visitors from and they let you try their service for free for 7 days. I managed to get over 300 targeted visitors to day to my site. http://wntdco.mx/vlyb4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 5   +   6   =