Persamaan Umum Keadaan Gas Ideal

Persamaan umum keadaan gas ideal adalah persamaan umum untuk fasa gas yang paling sederhana dan terkenal. Persamaan ini digunakan untuk memprediksi reaksi tekanan, temperature dan volume spesifik (P, v, T) dari sebuah fase gas pada suatu sistem. Gas dan uap adalah dua kata yang sering dianggap sama. Fasa uap dari suatu zat sering dinamakan gas ketika temperaturnya berada di atas temperatur kritis. Adapun uap biasa disebut sebagai gas untuk pendekatan pada peristiwa kondensasi.

Pada tahun 1962 Robert Boyle, seorang berkebangsaan Inggris, melakukan pengamatan terhadap penelitiannya menggunakan vacuum chamber (ruang bakar vakum) dimana tekanan gas berbanding terbalik dengan volumeenya.  Pada tahun 1802, J. Charles dan J. Gay Lussac, seorang berkebangsaan Prancis, menyatakan bahwa pada tekanan rendah volumee gas sebanding dengan temperatur. Dengan kata lain,

P = R (T/v)

Pv = RT   (1)

dimana R adalah konstanta gas. Persamaaan 1 di atas disebut sebagai persamaan umum kondisi gas ideal, atau hubungan sederhana gas ideal, dan gas yang memenuhi hubungan ini disebut gas ideal. Pada persamaan ini, P adalah tekanan absolut, T adalah temperatur absolut, dan v adalah volume spesifik.

Konstanta gas untuk masing-masing gas berbeda dan ditentukan dari,

R = Ru / M [ kJ/(kg.K) atau kPa.m3/(kg.K) ]     (2)

Dimana Ru adalah konstanta gas universal yang nilainya sama untuk semua jenis zat yaitu Ru = 8,314 kJ/(kmol.K), sedangkan M adalah massa molar dari gas. Nilai dari R dan M untuk beberapa zat dapat dilihat pada Tabel A-1 Thermodynamics Yunus A Cengel dan Michael A. Boles. Untuk udara nilai R = 0,287 kJ/(kg.K).

Persamaan umum keadaan gas ideal dapat pula ditulis dalam bentuk :

V = mv       –>        PV = mRT     (3)

Persamaan 3, untuk massa yang konstan, sifat gas ideal pada dua kondisi yang berbeda mempunyai hubungan:

P1 V1 / T1  =P2 V2 / T2

“Apakah uap air termasuk ideal gas?”. Hal ini tidak dapat dijawab hanya dengan kata ya atau tidak. Error (koreksi) pada perlakuan uap air sebagai gas ideal dihitung dan didekati dengan Gambar 1. Dari gambar terlihat jelas bahwa untuk tekanan di bawah 10 kPa, uap air dapat diperlakukan sebagai gas ideal dengan mengabaikan temperatur dan error-nya.Persentase Error (Koreksi)

Gambar 1. Persentase Error (Koreksi) ([|vtablevideal|/vtable] x 100) ketika uap air (steam) diasumsikan sama dengan gas ideal dan area dimana uap air dapat dianggap gas ideal dengan persentase error < 1%

Akan tetapi untuk tekanan tinggi, error terhadap asumsi gas ideal menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama pada daerah di sekeliling titik kritis (critical point), yaitu titik puncak grafik dan garis saturated vapor. Untuk itu, pada aplikasi air-conditioning (AC), uap air pada udara dapat diperlakukan sebagai gas ideal karena tekanan pada uap air sangat rendah. Namun, pada aplikasi sistem pembangkit listrik, tekanan biasanya sangat tinggi, sehingga hubungan gas ideal sebaiknya tidak digunakan (Cengel dan Boles, 1994).

Refrensi : Thermodynamics: an Engineering Approach, Yunus A. Çengel, M. A. Boles, Mc Graw Hill

Similar Posts

  • Tekanan

    Tekanan atau pressure adalah gaya per satuan area (luasan ) permukaan nyata atau imajiner, yang dilakukan oleh suatu zat, dengan arah tegak lurus/vertikal. Bila tekanan diukur relatif terhadap kondisi hampa sempurna, tekanan tersebut dinamai tekanan absolut (psia). Bila diukur relatif terhadap kondisi tekanan atmosfir (14.7 psi) disebut sebagai tekanan ukur (pressure gauge, psig). Skala pressure…

  • Teori Alat Ukur Kecepatan Aliran

    Alat ukur kecepatan aliran ada tiga macam yaitu venturi, nosel aliran, dan orifice. Ketiga alat ini mempunyai prinsip yang identik yaitu mempergunakan rintangan aliran yang ditempatkan pada penampang aliran sehingga terjadi perubahan kecepatan di tempat tersebut yang mengakibatkan juga perubahan tekanannya seperti diperlihatkan pada Gambar 1. Pada titik penciutan maksimum terjadi kecepatan maksimum dan tekanan…

  • |

    Deskripsi Umum Kondensor

    Fungsi dari kondenser adalah mengkondensasikan exhaust steam dalam jumlah besar pada tekanan rendah (dibawah tekanan atmospher) menggunakan air pendingin. Selain itu, kondenser juga memiliki fungsi: Mengubah condensed steam menjadi condensate. Tempat penyimpanan sementara condensate water. Sebagai titik berkumpul condensate drain yang berasal dari peralatan lain seperti dari feed water heater, steam jet air ejector (SJAE),…

  • Kerapatan Massa

    Kerapatan massa atau density (ρ) suatu benda adalah total massa suatu zat per total volume-nya, atau satuan massa per satuan volume. Kerapatan massa dinyatakan melalui persamaan berikut : ρ = m/V Dimana : ρ = Density (kg/m^3) m = Massa (kg) V = Volume (m^3) v = Volume spesifik (m^3/kg) Pangsor tangsi, September, 20, 2014

  • Humidity

    Kelembaban atau Humidity adalah jumlah kandungan uap air didalam udara. Kelembaban dinyatakan sebagai kelembaban absolut (absolute humidity) dan kelembaban relatif (relative humidity). Absolute humidity menyatakan besarnya kandungan uap air per satuan volume udara, sedangkan Relative humidity adalah besar kandungan uap air per jumlah maksimum kandungan uap air yang dapat berada didalam udara pada saat tersebut….

  • Sifat Intensif dan Sifat Ekstensif

    Secara umum Sifat Termodinamika dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu Intensif dan Ekstensif (Intensive and Extensive Properties ). Sifat Termodinamika Intensif berlaku independen terhadap besaran massa. Sedangkan sifat  Termodinamika Ekstensif bergantung langsung terhadap besaran massa. Temperatur, tekanan, volume spesifik, dan kerapatan adalah contoh Sifat Termodinamika Intensif. Massa dan volume total merupakan contoh Sifat Termodinamika Ekstensif….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 7   +   3   =