Heat Rate Improvement – Metode Lean Six Sigma (Introduction)

Efisiensi biaya pokok produksi merupakan salah satu program pemerintah yang dibebankan kepada PT. PLN (Persero) dalam rangka untuk menghemat biaya produksi Listrik. Terdapat tiga indikator yang mempengaruhi besaran Biaya Pokok Produksi (Listrik) di Indonesia, yaitu bauran energi yang digunakan untuk produksi Listrik serta harga energi primer khususnya batubara; inefficiency pola pengoperasian pembangkit; dan biaya pemeliharaan instalasi pembangkit. 

Pada sektor Pembangkitan Listrik strategi peningkatan efisiensi pembangkit untuk menurunkan heat rate dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis pendekatan, baik pendekatan yang dilakukan dengan teknikal berupa perbaikan korektif maupun improvement pada peralatan, optimasi baseline pramater operasi, optimasi pembakaran dan juga pendekatan yang dilakukan dengan melakukan manajemen pembangkitan.

Namun permasalahan yang dihadapi oleh industry pembakit listrik tenaga uap saat ini adalah tidak adanya metode khusus dan mudah untuk melakukan improvemet penggunaan energi. Selain itu penggunaan batubara LRC yang didominasi oleh tingginya kandungan moisture, hydrogen dan sulfur juga mengakibatkan permasalahan pada proses pembakaran dan akan berakibat kepada kontrak kinerja unit (KKU) pada net plant heat rate (NPHR).

Oleh karena itu diperlukan metode khusus untuk optimasi penggunaan energi yaitu dengan cara metod lean six sigma sehingga dapat mengurangi losses energi pada pembangkit dan agar KKU perusahaan khususnya pencapaian heat rate dapat terpenuhi. Lean Six Sigma merupakan salah satu metodologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan shareholder value dengan meningkatkan perbaikan yang berfokus pada kepuasan pelanggan, biaya, kualitas, kecepatan proses dan modal investasi.

DMAIC merupakan inti dari analisis six sigma yang menjamin voice of costumer berjalan dalam keseluruhan proses sehingga produk yang dihasilkan memuaskan pelanggan. Penjelasan singkat dari DMAIC adalah sebagai berikut :

  1. Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-persyaratan pelanggan, mengetahui CTQ (Critical to Quality).
  2. Measure adalah fase mengukur tingkat kecacatan pelanggan (Y).
  3. Analyze adalah fase menganalisis faktor-faktor penyebab masalah/cacat (X).
  4. Improve adalah fase meningkatkan proses (X) dan menghilangkan faktor-faktor penyebab cacat.
  5. Control adalah fase mengontrol kinerja proses (X) dan menjamin cacat tidak muncul

Penggunaan konsep DMAIC dilakukan agar identifikasi permasalahan dan improvement dapat terstruktur secara baik dan mudah untuk dikembangkan.

Next, akan dibahas langkah-langkah analisis lean six sigma secara detail dengan menggunakan tools Minitab untuk analisa data sekunder, serta Cycle Tempo untuk melakukan simulasi dari kondisi pembangkit.

@pelabuhan ratu

Leave a Reply